Pengaruh Invasi Spathodea campanulata Beauv Terhadap Struktur Ekologi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Gunung Tumpa Provinsi Sulawesi Utara

Oleh :

Supratman Tabba, S.Hut, M.Sc.Agr

Teknisi Litkayasa Penyelia BP2LHK Manado

Department of Forest science Chungbuk National university

Republic of Korea

 

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kelimpahan spesies, struktur dan komposisi tegakan Spathodea di kawasan Tahura Gunung Tumpa serta menganalisis dampak negative dan positif dari keberadaan spesies ini terhadap struktur ekologi kawasan.

Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa dominansi spatodea atau yang sering masyarakat lokal sebut sebagai kayu bunga (karena bunganya yang bagus) sangat tinggi, terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya jika dibandingkan dari hasil penelitian sebelumnya. Saat ini kerapatan spatodea mencapai 562 pohon/ha.

Dominansinya yang konsisten pada semua tingkat pertumbuhan pohon mengakibatkan kurangnya atau semakin menekan pertumbuhan spesies alami lainnya. Sehingga keanekaragaman hayati di kawasan yang telah terinvasi spatodea cenderung lebih rendah dibandingkan keanekaragaman hayati di bagian wilayah yang belum terinvasi spesies ini.

 

Meski tumbuhan ini telah dinyatakan invasif diseluruh dunia namun belum ditetapkan sebagai jenis invasif di Indonesia. Karena parameter untuk bisa dikatakan tumbuhan invasif adalah apabila suatu jenis tumbuhan telah mengakibatkan kerusakan secara ekologi dan ekonomis. Sebaiknya kasus kasus dimana Spathodea menjadi invasive di kompilasi untuk dijadikan argumentasi dalam memperkuat alasan agar jenis ini dapat dimasukkan dalam daftar spesies invasive yang memerlukan penanganan kementerian LHK. 

Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini adalah agar Spatodea campanulata dapat dipertimbangkan untuk ditetapkan sebagai tumbuhan invasif di Indonesia mengingat bahwa tumbuhan ini belum masuk dalam daftar tumbuhan invasif   yang tetah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.94/MENLHK/Setjen/Kum.1/12/2016 tentang invasif spesies.

Sebab penetapan tersebut adalah pintu masuk yang dapat melegalkan tindakan yang akan dilakukan terhadap Spathodea. Mengingat bahwa kawasan konservasi merupakan wilayah yang dilindungi oleh Undang-Undang sehingga segala tindakan yang merusak apalagi membunuh suatu spesies dalam biodivesitas yang ada di dalam-nya adalah melanggar hukum. Beberapa kawasan konservasi yang juga dilaporkan terinvasi oleh Spathodea campanulata yaitu Cagar Alam Tangkoko Batuangus dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

 

Dilihat: 1028