Gelar Teknologi Pengelolaan Limbah Ternak Melalui Teknologi Biogas

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Kamis, 07 Maret 2019 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK MANADO (Manado, 13/03/2019) BP2LHK Manado melaksanakan kegiatan Gelar IPTEK dengan tema “Pengelolaan Limbah Kotoran Ternak melalui Teknologi Biogas” bertempat di balai pertemuan Desa Talikuran, Kec. Sonder. 

Sebagaimana Gelar IPTEK yang dilaksanakan BP2LHK Manado di daerah lainnya, kami juga mengundang beberapa instansi dan stakeholder terkait, diantaranya satker KLHK lainnya, Dinas Lingkungan Hidup, KPHP Unit V (Minahasa, Tomohon, Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan) beserta penyuluhnya, Aparat Kecamatan dan Desa, serta masyarakat/kelompok petani peternak. Total yang hadir dalam Gelar IPTEK tersebut ±70 orang.

Dalam sambutannya Ir. Dodi Garnadi, M.Si (Kepala BP2LHK Manado) menyampaikan bahwa hasil penelitian dan pengembangan BP2LHK Manado dapat disampaikan kepada pengguna dalam berbagai macam bentuk diseminasi seperti gelar IPTEK, seminar, jurnal, buku, pameran, dll.  BP2LHK Manado menyelenggarakan gelar IPTEK pada tingkat kabupaten/kecamatan/kelurahan/desa.  Kelebihan dari gelar IPTEK adalah terdapat interaksi langsung antara peneliti dan pengguna serta peneliti dapat menyampaikan teori dan pelatihan tentang sebuah teknik hasil penelitian.  Selain masyarakat dan instansi terkait, sasaran gelar IPTEK adalah para penyuluh kehutanan yang berperan sebagai mitra dalam penyebarluasan informasi hasil litbang termasuk dari BP2LHK Manado.

Paparan materi dan praktek “Pemanfaatan Limbah Ternak untuk Menghasilkan Biogas” disampaikan oleh Julianus Kinho, S.Hut, M.Sc (Peneliti Ahli Madya BP2LHK Manado) dan Jafred E. Halawane, S.Hut, M.Sc (Peneliti Ahli Muda BP2LHK Manado). Adapun cakupan materi terdiri dari: Pengertian Limbah ternak, Dampak permasalahan limbah ternak, Penanggulangan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk organik, Desain pembuatan biogas, Pemanfaatan limbah ternak untuk menghasilkan biogas skala rumah tangga, serta Contoh pemanfaatan limbah ternak untuk pupuk organik di Kabupaten Minahasa Utara.

Harapan dari kegiatan ini dapat petani/peternak dapat bersama membentuk kelompok tani untuk dapat meminimalisasi pencemaran air sungai dan udara melalui pemanfaatan kotoran ternak untuk menghasilkan biogas maupun produk lainnya seperti pupuk kompos dan pupuk cair. Isu terkini adalah bahan makanan yang serba organik. Jadi disamping biogas, nilai tambah teknologi biogas ini adalah produksi pupuk organik dan tentunya akan mendukung program pemerintah mengenai tanaman organik.***(Rinto Hidayat).

Dokumentasi               : Hendra S Mokodompit  

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                         

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 87