Pengembangan Tumbuhan Koles Untuk Mata Pencaharian Yang Berkelanjutan Di Sekitar KPHK Tangkoko - Sulawesi Utara

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Senin, 31 Desember 2018 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK MANADO Kesatuan Pemangkuan Hutan Konservasi (KPHK) Tangkoko yang terletak di Kota Bitung merupakan salah kawasan konservasi di Sulawesi Utara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar terdapat di kawasan ini dan sebagian diantaranya merupakan jenis flora dan fauna endemik Sulawesi. Flora endemik seperti Ficus minahassae, Diospyros rumphii, Terminalia celebica dll, serta fauna endemik seperti monyet hitam sulawesi (Macaca nigra), Tarsius (Tarsius spectrum), rangkong (Aceros casidix), tikus hutan ekor putih (Maxomys hellwandii) dan berbagai jenis satwa lainnya juga menjadikan kawasan ini sebagai rumah mereka. Kekayaan keanekaragaman hayati tersebut tentunya perlu mendapatkan perhatian secara khusus melalui pengelolaan kawasan hutan konservasi yang lestari dan berkelanjutan.

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa perambahan hutan secara illegal, perburuan liar dan perdagangan satwa liar yang dilindungi masih sering terjadi. Oleh karena itu diperlukan upaya dan kerjasama semua pihak untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi KPHK Tangkoko, sejak bulan Agustus 2017 Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia melalui UNDP Indonesian Programme dan pendanaan dari Global Environment Facility’s Trust Fund, berupaya untuk melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat di kelurahan/desa sekitar kawasan konservasi melalui kegiatan Enhancing The Protected Area System in Sulawesi (E-PASS) for Biodiversity Conservation atau “Peningkatan Sistem Pengelolaan Kawasan Yang Dilindungi Untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati”.  Masyarakat sekitar kawasan adalah subyek dari pengelolaan kawasan konservasi itu sendiri. Karena disadari bahwa keberhasilan konservasi kawasan hutan yang dilindungi tidak lepas dari keberadaan masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut.

“Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia adalah dengan melaksanakan uji coba mata pencaharian yang berkelanjutan (sustainable livelihood) di dua kelurahan di KPHK Tangkoko (Pinangunian & Kasawari),” ungkap Yunita Siwi selaku Ketua Yayasan Selamatkan Yaki Indonesi di Bitung beberapa waktu lalu. Lebih lanjut menurut Siwi, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi ancaman terhadap kawasan dengan mencari alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan. Untuk tahap pertama ini akan dikembangkan tanaman hidroponik dan kerajinan tangan untuk kelurahan Kasawari dan Permakultur melalui Budidaya Tanaman Koles untuk Kelurahan Pinagunian.

Koles (Cyrtandra sp.) merupakan salah satu jenis tumbuhan herba yang tumbuh secara alami di kawasan KPHK Tangkoko. Jenis tumbuhan ini memiliki prospek ekonomi yang cukup baik karena merupakan salah satu jenis sayuran khas Minahasa yang cukup diminati oleh masyarakat. Persoalannya adalah jenis sayuran ini selama ini masih diperoleh dari hutan (tumbuh secara alami) sehingga diperlukan upaya untuk mengembangkannnya di luar kawasan hutan melalui Budidaya tutur Ance Tatinggulu dari Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia.

Mengawali upaya “Budidaya Tanaman Koles”, tahun 2018 ini Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia, bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Bitung dalam hal ini diwakili oleh Kelurahan Pinangunian telah melakukan eksplorasi tumbuhan Koles di KPHK Tangkoko beberapa waktu lalu. Eksplorasi ini dimaksudkan untuk melakukan pengambilan spesimen, identifikasi jenis dan pengambilan material untuk uji coba Budidaya Tanaman Koles di luar habitat aslinya, tutur Julianus Kinho, S.Hut, M.Sc ketua tim penelitian Koles dari BP2LHK Manado.

“Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini bahwa tumbuhan Koles (C. polneura) dapat ditumbuhkan diluar habitat aslinya (ex situ) dengan teknik perbanyakan vegetatif melalui stek dengan media tanam yang terbaik yaitu campuran tanah dan pupuk kandang serta penggunaan hormon Rootone-F pada konsentrasi 100 ppm dan pemberian naungan yang cukup untuk menjaga kelembaban mengingat habitat asli dari jenis ini pada daerah ketinggian yang lembab,” ungkap Kinho.

Adapun rekomendasi dari hasil penelitian ini dalam rangka pengembangan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi CA. Dua Sudara yang terletak di kelurahan Pinangunian, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung yaitu pengembangan Koles sebaiknya dilakukan bersama dengan tanaman hortikultura lainnya yang dapat dipanen secara berulang seperti rica (Capsicum frutescens L.), terong (Solanum melongena L.) dan labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw). Jenis labu siam lebih direkomendasikan karena dalam praktek penanaman dilapangan labu siam adalah tanaman menjalar yang perlu dibuatkan para-para untuk tempat menjalar sehingga akan terbentuk kolong atau ruang tanam dibawahnya sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanaman koles.***(JK).

Dokumentasi               : Julianus Kinho dan Tim

Artikel terkait             :

Konservasi Flora dan Fauna Endemik Wallacea Menarik Perhatian Dalam dan Luar Negeri

BP2LHK Manado Gandeng Tim Pakar Unsrat dan Mitra Kerjasama Bahas Laporan Hasil Penelitian dan Pengembangan

BP2LHK Manado Raih Binaan Pusat Unggulan IPTEK

“Anoa Goes to School” Kolaborasi untuk Sukseskan Pendidikan Konservasi Sejak Dini

Presentasikan Hasil Studi, Dua Pegawai BP2LHK Manado Diapresiasi Para Pihak

Perhatian untuk Konservasi Anoa di ABC BP2LHK Manado Terus Mengalir dari Berbagai Kalangan

Berkunjung ke BP2LHK Manado, Komisi IV DPR RI Apresiasi Kelahiran Anoa dan Dukung Upaya Konservasinya

Sampaikan Hasil Penelitian di Seminar Nasional, BP2LHK Manado dan SEAMEO BIOTROP Dukung Nawacita Sektor Kehutanan

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                         

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 45